Selamat malam wahai penitip pedih
Penitip segala rasa yang nikmat
Nikmat yang hanya menyisahkan sedih
Bagai angin yang terlewat
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Terbaring aku memikirkan segala keresahan,
Sesekali memegang kening yang begitu kebingungan,
Menikmati malam dengan kepedihan,
dan hanya menyaksikan sorot lampu yang tepat mengarah langsung ke bola mata.
Waktu mulai larut malam,
Sejenak kucoba melihat keadaan,
Hanya ada sepi serta bangku tak berpenghuni.
"Aku bukan tak ingin menghampiri, hanya saja manusia punya rasa lelah"
Rasanya aku ingin melaburkan rasa bersama keluarga malam,
Lalu kubuat secangkir teh hangat,
dan kusinggahi diriku dalam senderan keras bangku itu,
Ku hela nafas panjang, lalu ku usap rintik hujan yang hadir dimataku, kemudian...
Sedikit demi sedikit kutenggak hangatnya rasa yang tercampur dalam manis,
Ya, agar hati ini tak terus merasa sakit.
Merana aku bersama keluarga malam,
Merasakan sapa lembut angin malam,
Melepaskan segala kegundahan.
Dan mengungkapkan harapan, bahwa..."Aku bukan tak ingin menghampiri, hanya saja manusia punya rasa lelah"
Tapi, impian hanyalah impian, pasti berbeda dengan kenyataan,
Apa yang diharapkan tak mungkin terjadi, kecuali takdir berkata lain,
Lega mulai mewabah bersamaan dengan menipisnya malam, serta..
hangatnya tegukan rasa yang istimewa,
Hingga kututup sakitnya malam ini dengan senyum yang bermakna.
=========================================================
Keputusan tersulit adalah ketika terlalu lelah untuk bertahan,
tetapi terlalu sulit untuk melepaskan.


1 komentar:
============
film terbaru 2016
film anak jalanan
film indonesia terbaru
film action terbaik
film animasi terbaik
-----------------------------------------------------------------------------------
Posting Komentar